Kau masih menunggu di sana. Sendirian. Dikelilingi kerlap-kerlip bergantungan di udara.
Seandainya kaulihat yang kulihat. Kau sungguh luar biasa dalam balutan dress merah muda. Pita dengan warna senada menghiasi rambutmu. Mengeluarkan sisi manismu yang langka. Hanya butuh sebuah senyuman untuk menyempurnakan pemandangan ini.
Sayang, ekspresimu kini sedang merajut kata-kata, “Dunia akan berakhir dalam hitungan menit.”
Aku ingin menghampirimu. Memelukmu. Melukis senyum di bibirmu. Kali ini akan kulakukan dengan benar.
Mataku masih terpaku padamu, Azalea.
Kauhela napas panjang sambil mendongak. Tersenyum pahit pada lengkung sabit yang setia menemanimu. Butir-butir air bening menetes tak beraturan dari sepasang mata indah itu.
Aku ingin ke sana dan bertanya. Ingin tahu, kenapa. "Apa yang kautangisi, sayangku?"
Kakiku melangkah. Membawaku pergi. Meninggalkanmu, kekasihku.
Menghitung detik-detik berlalunya hari kasih sayang.
Untuk tantangan menulis 123 kata #FiksiLaguku@KampusFiksi
Terinspirasi dari alunan musik, lagu The One Who Won My Heart - Christian Bautista
Tidak ada komentar:
Posting Komentar